Selasa, 15 Desember 2015

Pramuka


PRAMUKA 



*             Pengalaman Boden Powel
Boden Powel sejak kecil lahir di Kota London, Inggris pada tanggal 22 Februari 1857 dengan nama lengkap Robert Stephanson Smirt Hg Boden Powel. Ayahnya adalah seorang guru besar/professor geometri di Universitas Oxford.
Pengalaman Boden Powel sejak kecil sangat berpengaruh pada kegiatan kepramukaan, diantaranya :
*             Ditinggal ayahnya sejak kecil berusia 7 tahun & mendapatkan latihan berlayar, berkemah, & olahraga dari kakaknya.
*             Sebagai pembantu letnan pada presimen 13 kafaleri di India, yang berhasil mengikuti jejak muda yang hilang & diketemukan di Puncak Ohara. Pengalaman tersebut ditulis menjadi sebuah buku yang berjudul “Aids to Scouting”. Buku ini tidak hanya berpengaruh pada para pemuda, tetapi juga berpengaruh pada orang dewasa.
*             Boden Powel diminta oleh Tuan William untuk melatih anggota-anggotanya pada tahun 1924.
Boden Powel mendapatkan title LORD dari Raja George. Dan pada akhirnya Boden Powel meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 di Kota Nyeri, Kenya, Afrika Selatan.
*             Kepramukaan Dunia
Pada tahun 1908, Boden Powel selalu menulis cerita pengalamannya sebagai bungkus acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisan tersebut terbit sebagai buku dengan judul “Scouting for Bouis (Pandu Putra)”. Kemudian disusul berdirinya organisasi kepanduan putrid yang bernama Girl Guldes & diserahkan kepada adiknya yang bernama Agnes Boden Powel & juga pada istrinya yang bernama Olive Santa Claile Soames. Tahun 1961 berdirilah kelompok siaga yang disebut Club/anak serigala dengan bukunya yang berjudul “The Jungle Book” yang mengisahkan tentang Nowqli/anak didikan rimba. Pada tahun 1918, Boden Powel membentuk Rofer Scout/pramuka usia penegak, kemudian pada tahun 1922 Boden Powel menerbitkan bukunya yang berjudul “Rofering ti Success/Pengembara Mengembara Menuju Sukses”. Buku ini merupakan petunjuk pramuka penegak dalam menghadapi hidupnya agar mencapai kebahagiaan.
*             Arti Kiasan Lambang Gerakan Pramuka
1.             Bentuk lambang gerakan pramuka : gambar bayangan (silhoulte) tunas kelapa
2.             Arti kiasan :
a)            Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal & istilah cikal bakal di Indonesia berarti “Penduduk asli yang pertama yang menurunkan generasi baru”.
b)            Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan bagaimanapun juga. Jadi mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah seorang yang rohaniah & jasmaniah sehat, kuat, ulet, serta menghadapi segala halangan dalam hidup.
c)            Nyiur dapat tumbuh dimana saja. Yang bukti kasarnya daya upaya dalam menyesuaikan dirinya dengan sekelilingnya.
d)            Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas & merupakan salah satu pohon tertinggi di Indonesia. Jadi mengkiaskan bahwa tiap pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi, lurus, mulia, & jujur.
e)            Akar nyiur tumbuh kuat & erat di dalam tanah. Jadi mengkiaskan tekad yang keyakinan tiap pramuka yang berpegang pada dasar-dasar & landasan yang baik.
f)             Nyiur adalah pohon yang serbaguna dari ujung hingga akarnya. Jadi mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna membaktikan diri kepada tanah air, bangsa, & NKRI serta kepada umat manusia.
*             Janji Kode Moral Pramuka
Janji Pramuka dinamakan Trisatya Pramuka & berbunyi sebagai berikut :
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
-                 Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan & Negara Kesatuan Republik Indonesia & mengamalkan Pancasila
-                 Menolong sesama hidup & ikut serta membangun masyarakat
-                 Menepati Dasa Dharma
Kode moral Pramuka dinamakan Dasa Dharma Pramuka & berbunyi sebagai berikut :
Dasa Dharma Pramuka
No. 036/KN/79
Pramuka itu :
1.             Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.             Cinta alam & kasih sayang sesama manusia
3.             Patriot yang sopan & kesatria
4.             Patuh & suka bermusyawarah
5.             Rela menolong  & tabah
6.             Rajin, terampil, & gembira
7.             Hemat, cermat, & bersahaja
8.             Displin, berani, & setia
9.             Bertanggung jawab & dapat dipercaya
10.         Suci dalam pikiran, perkataan, & perbuatan
Untuk Pramuka yang di bawah umur 11 tahun (para Pramuka Siaga), janji & kode moral adalah sebagai berikut :
Dwisatya
Aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
-                 Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan & Negara Kesatuan Republik Indonesia , & menurut aturan keluarga
-                 Setiap hari berbuat kebajikan
Dwidharma
-                 Siaga itu menurut ayah ibundanya
-                 Siaga itu berani & tidak putus asa
*             Salam Pramuka
Salam (penghormatan) diberikan kepada semua pramuka. Yang lebih dulu tahu haruslah member salam & yang diberi salam harus membalasnya. Salam dalam gerakan pramuka bukannya memberi kepada yang berpangkat tetapi sesama pramuka, sebab itu juga sebagai mengingat janji pramuka.
Salam (penghormata) adalah suatu perwujudan dari penghargaan seseorang terhadap orang lain atas dasar susila dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Salam untuk melahirkan disiplin & tata tertib yang mewujudkan suatu ikatan jiwa yang kuat ke dalam/keluar, yang hanya dapat dicapai antara lain dengan adanya saling menyampaikan penghormatan yang dilakukan dengan tertib & sempurna penuh keikhlasan.
Cara seorang anggota pramuka memberikan salam dengan memakai topi/tidak sama saja sesudah ia mengambil sikap sempurna sebagai berikut :
1.             Dengan gerakan cepat tangan kanan diangkat kea rah pelipis kanan, siku-siku 150 serong ke depan, kelima jari lurus & rapat satu sama lain, tapak tangan serong ke bawah & ke kiri, ujung jari tengah & telunjuk mengenai pelipis.
2.             Pergelangan tangan lurus, bahu seperti dalam sikap sempurna dengan pandangan muka tetap tertuju kepada yang diberi hormat.
3.             Jika selesai member hormaat, maka lengan kanan dikembalikan secara cepat kesikap sempurna lagi
Pada waktu penggalang membawa tongkatnya, maka penghormatan dilakukan dengan tongkat tetap ditangan kanan, tetapi dilekatkan tegak lurus ke atas dengan pangkal tongkat melekat pada sepatu dekat ujung jari kelingking kanan.  Kemudian lengan kiri diangkat merata ke depan dada dengan punggung tangan kea rah atas & ujung jari kiri menempel pada tongkat. Gerakan ini dilaksanakan dengan cepat demikian pula pada waktu tegap.
Cara penghormatan lain, terutama pada penghormatan waktu mengucapkan Trisatya/mendengarkan ialah memindahkan tongkat dari kanan (jadi silang lewat depan badan) & tangan kanan mengadakan penghormatan seperti pada waktu tidak memakai tongkat. Penghormatan ini dilaksanakan pada waktu mengadakan penghormatan kepada bendera & pada waktu iringan jenazah lewat.
Salam sebagai tanda hormat diberikan kepada :
a)             Bendera kebangsaan dalam upacara
b)            Kepala Negara/Wakil Kepala Negara/Panglima Tertinggi
c)             Lagu kebangsaan dalam upacara
d)            Jenazah
Salam pramuka dibagi menjadi 3, yaitu :
1.             Salam sapa yang ditujukan kepada sesame aggota pramuka
2.             Salam hormat dipertujukan kepada presiden, tamu negara, bendera Sang Merah Putih, & jenazah
3.             Salam janji dilakukan pada saat pelantikan/ulang janji
*             Tanda Tingkatan
*             Siaga
Siaga ada 3 tingkatan, yaitu :
1)            Siaga mula
2)            Siaga bantu
3)            Siaga tata
Satuan terkecil siaga adalah barung. Kumpulan dari barung-barung adalah perindukan. Yang memimpin perindukan adalah sulung.
*             Tanda Pengenal
Tanda pengenal di bagi menjadi 5 macam, yaitu :
1.             Tanda pengenal umum :
A.         Tutup kepala/topi
B.         Tanda pelantikan
C.         Tanda harian
D.         Pandu dunia
2.             Tanda pengenal satuan :
a.             Tanda barung
b.             Tanda regu
c.             Tanda gangga
d.             Tanda gudep
e.             Tanda kwartir
f.              Tanda krida/saka
g.             Tanda lencana daerah/wilayah
3.             Tanda pengenal jabatan :
a)            Tanda pinrung/wapinrung
b)            Tanda pinru/wapinru
c)            Tanda pinsa/wapinsa
d)            Tanda pemimpin
e)            Tanda pembantu pembina
f)             Tanda andalan
g)            Tanda pelatih
h)            Tanda pamong saka
i)              Tanda dewan kerja
4.             Tanda pengenal kecakapan :
                                   i.                   Siaga : Mula, bantu, & tata
                                 ii.                   Penggalang : Ramu, rakit, & terap
                               iii.                   Pandega : Pandega
                               iv.                   Pembina : Mahir dasar & lanjutan
Tanda pengenal kecakapan khusus :
1)            Siaga : 1 tingkatan warna hijau/segitiga
2)            Penggalang : 3 tingkatan bingkai merah
3)            Penegak : 3 tingkatan bingkai kuning
4)            Instruktur : Muda & dewasa
5)            Pelatih dasar (KPD) & lanjutan (KPL)
6)            Pramuka garuda
Tanda pengenal kecakapan khusus wajib :
                                   I.                   TKK berkemah
                                 II.                   TKK juru masak
                               III.                   TKK penabung
                             IV.                   TKK penghemat
                               V.                   TKK pengatur rumah
                             VI.                   TKK gerak jalan
                           VII.                   TKK pengaman kampung
                         VIII.                   TKK penjahit
                             IX.                   TKK PPPK
                               X.                   TKK juru kebun
5.             Tanda pengenal penghormatan :
A.         Tanda penghargaan
B.         Bintang tahunan
C.         Bintang wiratama
D.         Bintang teladan
E.         Bintang panca warsa
F.           Bintang dharma wanita
G.         Bintang melati
H.         Bintang tunas kencana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar